ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL AKUT APPENDIX

Sabtu, Februari 06, 2010

I.PENGERTIAN
Sindrom klinis akibat kerusakan metabolik atau patologik ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia. (Loraine M. Wilson, 1982). Penurunan tiba-tiba faal ginjal pada individu dengan ginjal sehat sebelumnya, dengan atau tanpa oliguria dan berakibat azotemia progresif disertai kenaikan ureum dan kreatinin darah.

II.ETIOLOGI
Sebab pre renal
-Hipovolemik: postpartum hemorragic, luka bakar, diare berat, panreatitis, pemakaian diuretik berlebih
-Terkumpulnya cairan intravaskular: pada syok septik, anavilaktif, cedera jar
-Penurunan curah jantung: Gagal jantung, MCI, tamponade jantung, emboli paru
-Peningkatan resistensi pembuluh darah ginjal: pembedahan, anastesia, sindroma hepatorenal
-Obstruksi pembuluh darah ginjal bilateral: emboli, trombosis

Sebab Postrenal
-Obstruksi muara vesika urinaria: hipertropi prostat, karsinoma
-Obstruksi ductus collecting: asam urat, sulfa, protein Bence Jones
-Obstruksi Ureter bilateral: kalkuli, bekuan darah, tumor, fibrosis retroperitoneal, trauma pembedahan, papilitis necroticans

Sebab Renal (Gagal Ginjal Intrinsik)
-Ischemia : Syock pasca bedah, kondisi prarenal
-Nefrotoksin : Carbon tetraclorida, etilen glikol, metanol
-Logam berat : mercuri biklorida, arsen, timbal, uranium
-Antibiotik : metisilin, aminoglikosida, tetrasiklin, amfoterisin, sefalosporin, sulfonamida, fenitoin, fenilbutazon
-Media kontras radiografik (khusus pasien DM)
-Pigmen : hemolisis intravaskular akibat tranfusi tidak cocok, koagulopati intravaskular diseminata, mioglobinuria
-Penyakit glumerovaskular ginjal : Glumerulonefritis, Hipertensi maligna
-Nefritis interstitial akut : infeksi berat, induksi obat
-Keadaan akut dari GGKyang berkaitan dengan kurang garam/air : muntah, diare, infeksi

III. TANDA DAN GEJALA
-Oliguria (Urine < 400 ml/24 jam)
-Azotemia
-Dengan atau tanpa keluhan lain nonspesifik: nyeri, demam, reaksi syok, atau gejala dari penyakit yang ada sebelumnya (pre renal)


SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

0 komentar:

Posting Komentar

tokoh keperawatan berkata:

Menurut Martha. E. Rogers, untuk mengadakan suatu perubahan perlu ada beberapa langkah yang ditempuh sehingga harapan dan tujuan akhir dari perubahan dapat dicapai . Langkah-langkah tersebut antara lain :
Tahap Awereness,
Tahap ini merupakan tahap awal yang mempunyai arti bahwa dalam mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah apabila tidak ada kesadaran untuk berubah, maka tidak mungkin tercipta suatu perubahan
Tahap Interest
Tahap yang kedua dalam mengadakan perubahan harus timbul perasaan minat terhadap perubahan dan selalu memperhatikan terhadap sesuatu yang baru dari perubahan yang dikenalkan. Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah
Tahap Evaluasi
Pada tahap ini terjadi penilaian terhadap sesuatu yang baru agar tidak terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakan perubahan. Evaluasi ini dapat memudahkan tujuan dan langkah dalam melakukan perubahan
Tahap Trial
Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap sesuatu yang baru atau hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya sesuai dengan kondisi atau situasi yang ada, dan memudahkan untuk diterima oleh lingkungan
Tahap Adoption
Tahap ini merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan.

banner_ku

Image and video hosting by TinyPic

Tukar Banner

Tukeran link



Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali

Image and video hosting by TinyPic

banner blog-blog lainnya

Image and video hosting by TinyPic http://bengawan.org/

among us

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP