MENINGITIS

Senin, Mei 10, 2010

Pengertian
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme.

Klasifikasi.
Meningitis berdasarkan penyebab dapat dibagi menjadi :
1. Meningitis bakterial:
a. Bakteri non spesifik : meningokokus, H.Influenzae, S.pneumoniae, Stafilokokus, Streptokokus, E.Coli, S.Typhosa
b. Bakteri spesifik M. Tuberkulosa.
2. Meningitis Virus.
Beberapa jenis virus dapat menyebabkan meningitis seperti Mumps (gondong), measles; dll.
3. Menigitis karena jamur
4. Meningitis karena parasit, seperti toksoplasma, amoeba.
Berdasarkan perlangsungan dan pemeriksaan cairan serebrospinalis dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Meningitis purulenta/meningitis bakterial akut
2. Meningitis serosa
3. Meningitis aseptik

1. Meningitis purulenta/ M. Bakterial akut
Penyebab adalah bakteri non spesifik
Perjalanan penyakit ini berlangsung akut sebagai berikut:
a. Secara hamatogen dari satu sumber infeksi (tonsilitis, pneumonia, endokarditis, tromboplebitis,dll).
b. Perluasan langsung dari peradangan organ didekat selaput otak (sinusitis, otitis media, mastoiditis, abses otak. Dll).
c. Trauma dikepala dengan fraktur kranium terbuka, komplikasi tindakan bedah otak.

2. Meningitis tuberkulosa.
Pada umumnya terjadi karena komlikasi penyebaran tuberkulosis paru primer. Secara hematogen kuman sampai keotak , sum-sum tulang belakang, vetebra → membentuk tuberkel → pecah → selaput otak. Cara lain dengan perluasan lansung dari mastoiditis tuberkulosa.

4. Meningitis ASEPTIK.
Kriteria diagnosis subyektif.
- Panas (gejala kardial)
- Mual.
- Muntah,
- Iritabel.
- Anoreksia.
- Nyeri kepala, bingung, rewel , kadang-kadang sakit pinggang, kekakuan otot,
- Kejang (fokal atau umum)
- Fotofobia.

Obyektif.
- Gangguan kesadaran (stupor sampai koma.
- Kerning sign (+) tanda kardinal, kaku kuduk,
- Tekanan intrakranial meninggi ( fontanela cembung, edema papil)
- Gangguan sistim saraf pusat : gangguan kesadaran, gangguan saraf kranial (paralisis, buta, tuli)
- Hiperestesia.

Laboratorium.
• Pungsi lumbal.
o Warna jerni, mengabur sampai keruh (tergantung sifat eksudat)
o Tekanan cairan serebrospinal meningkat
o Jumlah sel meningkat (100- 60.000) pada kausa bakteri didominasi oleh sel polimorfonuklear).
o Reaksi pandi (+), Nonne- Apelt (+).
o Protein meningkat : 35 mg%
o Kadar gula turun: 40 mg% (bisa sampai 0 ). Kadar gula CSS. Normal = separo kadar gula darah).
o Kultur : bila prosedur baik 90% biakan positif.

Khusus untuk meningitis tuberkulosis kultur dilakukan 2 kali yaitu setelah 3-4 hari pengobatan dilakukan oleh kultur ulangan hasil positif sulit diperoleh.
• Darah ;
o AL normal atau meningkat tergantung etiologi.
o Hitung jenis didominasi sel polimorfonuklear atau limfosit
o Kultur 80-90% , untuk TBC 2% (+).

Pemeriksaan lengkap.
• CRP darah dan cairan serebrospinalis
• Peningkatan kadar laktat cairan cerebrospinalis
• Penurunan pH cairan cerebrospinalis
• LDH, CPK, GOT.
• Khusus kausa TBC :
o Kurasan lambung.
o Takahashi, PAP,Imuzim.
o Uji PPD, BCG, Ro Thorax
o CT scan kepala (kalau ada indikasi khusus sepeerti hidrosephalus)
o Funduskopi untuk melihat tuberkel di retina.

Posting Komentar

tokoh keperawatan berkata:

Menurut Martha. E. Rogers, untuk mengadakan suatu perubahan perlu ada beberapa langkah yang ditempuh sehingga harapan dan tujuan akhir dari perubahan dapat dicapai . Langkah-langkah tersebut antara lain :
Tahap Awereness,
Tahap ini merupakan tahap awal yang mempunyai arti bahwa dalam mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah apabila tidak ada kesadaran untuk berubah, maka tidak mungkin tercipta suatu perubahan
Tahap Interest
Tahap yang kedua dalam mengadakan perubahan harus timbul perasaan minat terhadap perubahan dan selalu memperhatikan terhadap sesuatu yang baru dari perubahan yang dikenalkan. Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah
Tahap Evaluasi
Pada tahap ini terjadi penilaian terhadap sesuatu yang baru agar tidak terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakan perubahan. Evaluasi ini dapat memudahkan tujuan dan langkah dalam melakukan perubahan
Tahap Trial
Tahap ini merupakan tahap uji coba terhadap sesuatu yang baru atau hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat diketahui hasilnya sesuai dengan kondisi atau situasi yang ada, dan memudahkan untuk diterima oleh lingkungan
Tahap Adoption
Tahap ini merupakan tahap terakhir dari perubahan yaitu proses penerimaan terhadap sesuatu yang baru setelah dilakukan uji coba dan merasakan adanya manfaat dari sesuatu yang baru sehingga selalu mempertahankan hasil perubahan.

banner_ku

Image and video hosting by TinyPic

Tukar Banner

Tukeran link



Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali

Image and video hosting by TinyPic

banner blog-blog lainnya

Image and video hosting by TinyPic http://bengawan.org/

among us

  © Blogger template The Beach by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP